Meniti tangga kehidupan tuh,
Tidak segampang membalikkan telapak tangan.
Membutuhkan kematangan,
Dalam pola pemikiran
dan kedewasaan.
Semakin tinggi kita meniti
semakin diuji
Jika amarah tlah mengatur langkah.
Terkadang lepas kendali,
Ego pun melambung tanpa batas,
Membutakan mata dan hati .
Menenggelamkan akal sehat .
Seribu langkah tergenggam,
Dengan amarah mencapai titian puncak.
Hasil belum teraih,
Jurang menanti dipelupuk mata .
Tiada daya dan upaya,
Barulah terbangun dari mimpi terpanjang.
Hanya tertinggal penyesalan dikandung badan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar